Masa awal kuliah adalah masa
Mustafa gemar membaca, mulai dari majalah, novel, kumpulan cerpen, puisi, buku
TTS, semua habis dibaca oleh Mustafa. Di usia Mustafa kini dia mulai mengalami
kesulitan membaca, sedih hatinya saat dia menyadari kalau dirinya sudah tidak
mampu untuk menyelesaikan satu novel tipis dalam waktu satu tahun. Kesedihannya
itu kini terobati, karena di penguhujung tahun 2012, ada sebuah film yang
diangkat dari novel kegemarannya dulu, LIFE OF PI.
![]() |
| impawards.com |
Mustafa sumringah bukan
kepalang mengetahui LIFE OF PI dibuat filmnya, apalagi dia sudah sedikit lupa
dengan ceritanya. Tidak ada yang bisa menghentikannya kini. Duduk di ruangan
berpendingin dan empuk mengenakan kacamata 3D yang sangat tidak nyaman dikenakan
berlamalama, dia tersenyum-senyum sendiri. Tetapi tidak lama kemudian senyumnya
sedikit hilang digantikan kecewa, karena dia baru menyadari kalau sutradara
LIFE OF PI adalah Ang Lee, pria Taiwan yang lahir hampir 60 tahun yang lalu.
Apa yang salah dari Ang Lee?
Mustafa sendiri tidak akan menyangkal kalau film karya Ang Lee termasuk
film-film yang bagus, artistik dan … dewasa. Ya, Mustafa selalu merasa film Ang
Lee adalah film dewasa yang minim adegan ‘dewasa’. Mari kita lihat CROUCHING
TIGER, HIDDEN DRAGON, film yang apik, judul yang buruk, landscape yang sangat indah, perkelahian yang lebih cocok disebut
tari kontemporer, dan, ya, sangat dewasa. Kemudian ada lagi film HULK, film
yang diangkat dari komik, drama yang kuat, akting yang memukau, detail yang
maksimal, dan lagi-lagi sangat dewasa. Berikutnya BROKEBACK MOUNTAIN yang
sangat romantis, kotor, sekaligus sangat indah, dan tentu saja film ini berani
memaparkan landscape yang sangat liar
dan dingin. Seolah-olah masih belum cukup, Ang Lee masih saja membuat TAKING
WOODSTOCK, film yang menyenangkan sebenarnya, tetapi sayang filmnya terlalu
dewasa sehingga membuat Mustafa harus tertidur ditengah-tengah film dan baru
menyelesaikan filmnya di hari ketiga. Oh, paparan landscape di TAKING WOODSTOCK benar-benar membuat Mustafa ingin
melepas penutup kepalanya dan berbaring menggelundung dari atas bukit rumput
yang hijau itu. Jangan lupakan juga LUST/CAUTION.
Mungkin pertanyaan yang lebih
tepat adalah, apa yang salah dari ‘dewasa’?. Oh, Mustafa dengan mengatakan
“tidak ada”. Hanya saja ketika aura dewasa dibawa ke film LIFE OF PI tentu saja
akan banyak menghilangkan suasana yang menggetarkan ketika Mustafa membaca
novelnya. Lihat saja bagaimana Ang Lee membuang seru dan khayalan yang kita
temui saat membaca komik HULK. Ang Lee akan merusak LIFE OF PI dengan suasana
dewasa yang sangat membosankan dan slaaauuuuwwwwwwww…
Ternyata kekhawatiran Mustafa
kalau Ang Lee akan merusak suasana yang diusung oleh novelnya sama sekali tidak
terjadi. Sejak awal sampai akhir Mustafa disuguhi gambar yang sangat memukau,
tidak bermaksud berlebihan, tetapi film LIFE OF PI benar-benar sangat cantik. Semua
hewan, tumbuhan, sampai manusia India dapat dihadirkan oleh Ang Lee dengan
sangat harmonis, memperkuat kehadiran yang satu dengan yang lain. Lelucon segar
yang hadir tanpa diduga juga menambah apiknya film ini. Apakah film ini
terkesan dewasa? Ya, suasana yang sangat Ang Lee masih kental terasa, tetapi
kali ini tidak membosankan, tidak menggurui, dan tidak membuat Mustafa ingin mengedipkan
mata. Selalu ada kejutan yang orisinal dari setiap babak yang ditampilkan.
Bahkan beberapa kali Mustafa mengumpatkan Fuck
untuk adegan yang mengejutkan dan keindahan dunia LIFE OF PI.
Pada awalnya tidak ada studio
yang mau menginvestakan uangnya untuk LIFE OF PI karena tidak ada yang merasa
kalau novel ini memungkinkan untuk dibawa ke layar gerak, tetapi Ang Lee
berhasil meyakinkan studio 20th Fox untuk bergabung di meja judi.
Iming-iming dari Ang Lee adalah dengan membuat LIFE OF PI dalam format 3D yang
memaksimalkan keindahan artistik dari landscape
yang mampu merangkum seluruh horizon – bumi. Iming-iming yang sangat gila
sekaligus tak dapat ditolak. Dan Ang Lee memastikan iming-imingnya benar-benar
terwujud di layar, karena seperti bukan rahasia umum lagi kalau eksplorasi landscape benar-benar keahlian Ang Lee.
Sungguh luar biasa sekali. Ini seperti menjadikan LIFE OF PI adalah film dengan
teknologi 3D yang terbaik dan maksimal.
Apakah tidak ada cela dari
LIFE OF PI? Oh, Mustafa sekali lagi menegaskan, tiada gading yang tak retak,
masalahnya tinggal apakah retaknya terlihat jelas dan mengganggu atau tidak.
Dengan naskah yang apik, visi sutradara yang jenius, dan akting para pemeran
utama yang juga enak untuk dinikmati, sangat sulit untuk merasa terganggu
dengan akting tawar dua figuran wanita India itu. Sudah wajahnya tidak cantik,
pakaiannya tidak seksi, orang India, ehhhhh…aktingnya malah jelek, kan merusak
sekali, untungnya hanya hadir di tiga frame.
Tetapi walaupun begitu, dua figuran itu tidak lama kemudian segera terlupakan
dan seolah-olah tidak pernah hadir.
LIFE OF PI memiliki cerita
yang sangat luar biasa, yang membuat Mustafa kembali berfikir dan merenungkan
hubunganya dengan Tuhan lagi. Cerita yang luar biasa ini tidak bisa dirangkumkan,
karena hanya akan merusak misteri dan petualangan yang nantinya akan membawa
setiap mata yang menyaksikannya. Dan cerita yang luar biasa itu
divisualisasikan dengan sangat cantik yang membuat Mustafa ingin menggenggam
erat tangan pasangannya sepanjang film dan tak ingin melepaskan seolah-olah
ingin berbagi keajaiban hidup. Ini akan menjadi sangat buruk apabila Mustafa
menontonnya dengan seorang pria.

No comments:
Post a Comment